Peran Pesantren dalam Pembangunan Daerah: Fahmi Optimis Santri Bisa Bersaing di Era Digital

Garutplus.co.id – Wakil Ketua DPRD Kabupaten Garut, S. Fahmi mengungkapkan bahwa dewasa ini Santri harus open minded dan siap bersaing dalam seluruh aspek kehidupan. Pernyataan itu dikemukakan dalam diskusi yang bertajuk “Pesantren dan Masa Depan Pembangunan Daerah”. Sabtu, (15/03/2025).

Diskusi yang diselenggarakan oleh Ikatan Mahasiswa Alumni Pulosari (IMAPSI) dalam rangka Kuliah Ramadhan 2025 diikuti oleh Alumni Pesantren Pulisari, Limbangan Kabupaten Garut yang sedang dan atau sudah lulus di berbagai Universitas di Seluruh Indonesia.

“Kita semua sepakat bahwa peran Pesantren sangat besar. Baik sebelum dan sesudah kemerdekaan. Dan hari ini ketika kita sudah merdeka, maka peran santri akan ditunggu oleh masyarakat. Dalam hal ini tentu kontribusi yang bisa dirasakan oleh masyarakat,” kata Fahmi yang juga menjabat Ketua Ansor Jawa Barat.

Undang-undang Pesantren yang sudah disahkan oleh Pemerintah Indonesia, dalam pandangan Fahmi sebagai kawah candradimuka, untuk semakin meyakinkan eksistensi Pesantren dalam kaitannya dengan pembangunan nasional.

“Hanya saja, itu tidak akan menjadi apa apa, apabila kita tidak bisa bersaing dalam dunia yang semakin kompetitif” ujarnya.

Namun, Fahmi optimis dengan perkembangan Pesantren hari ini. Banyak sekali Pesantren yang mengkolaborasikan pengetahuan Agama dengan Pengetahuan Umum. Pun dengan kemajuan teknologi.

“Di beberapa pesantren di Jawa Barat sudah banyak Pesantren yang juga mengajarkan teknologi, bahkan di Tasikmalaya ada pesantren yang juga mengajarkan Pasar Modal. Yang kata Menteri Keuangan, ini bisa menjadi model ekonomi masa depan. Oleh karena itu saya optimis kedepan Santri bisa berdaya saing,” tutur Fahmi.

Banyaknya akses Pendidikan dan Beasiswa bagi Santri untuk melanjutkan pendidikan, baik itu di dalam negeri bahkan ke Luar Negeri, dikata Fahmi juga semakin memperkuat peluang dan potensi kaum sarungan.

“Sekarang sudah banyak kaum santri dengan bantuan beasiswa baik itu KIP atau LPDP yang melanjutkan ke jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dengan disiplin ilmu yang beragam,” katanya.

Fahmi menyinggung, masih terbatasnya lulusan Santri yang mengakses pendidikan. Terlebih yang berkaitan dengan Teknologi.

“Ya kita harus akui bahwa kita harus mengejar ketertinggalan dalam hal ini dengan pendidikan umum lainnya. Tapi dengan kondisi dunia yang semakin terbuka dengan kemajuan tenologi informasi, maka saya optimis”, ujarnya.

Dalam sesi diskusi, peserta diskusi Aceng Fiki bertanya terkait potensi muculnya ilmuan ilmuan besar yang disegani di dunia yang dihasilkan oleh pesantren. Fiki, menyinggung ilmuan besar Elon Musk. Apakah orang seperti itu bisa dihasilkan oleh dunia Pesantren.

“Ya saya pikir itu pertanyaan bagus. Kalau berkaca pada sejarah, saya pikir itu sangat mungkin. Saya yakin semua yany hadir disini mengenal Al Jabar, Ibnu Sina dll. Mereka itu ilmuan besar yang lahir dari rahim dunia Islam pada zamannya. Kita harus merefleksi soal itu. Ada kaitan antara imperium Islam dengan penguasaan teknologi dan Ilmu Pengetahuan,” bebernya.

Fahmi mencontohkan dalam skala Kabupaten Garut.

“Hari ini kita punya Bupati dari kalangan Santri. Tulen Santri. Beliau Doktor. Insiyur lulusan ITB. Tentu beliau faham bagaimana memajukan Kabupaten Garut dengan melibatkan kemajuan Pesantren di dalamnya,” ungkap Fahmi.

Dengan Pesantren yang banyak di Kabupaten Garut, kata Fahmi menjadi modal yang sangat besar bagi dunia Pesantren untuk menjadi bagian penting kemajuan daerah.

“Garut itu berdasarkan catatan di Kementerian Agama, adalah kabupaten dengan jumlah Pesantren terbesar setelah Tasikmalaya. Tentu ini potensi yang pasti di maksimalkan oleh Pemda untuk kemajuan Daerah,” ujranya penuh optimis.

“Apalagi, Kabupaten Garut sudah mengesahkan, Perda Pesantren yang menjadi turunan dari UU Pesantren,” pungkasnya.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *