BERITA UTAMA METROPOLIS

Rudy Canangkan Program STOP KABUR Untuk Tangani Perkawinan Dibawah Umur di Kabupaten Garut

Bupati Garut, Rudy Gunawan membuka kegiatan Rapat Bersama Stakeholder Strategi Terpadu Optimalisasi Pencegahan Kawin Anak Bawah Umur (STOP KABUR) yang dilaksanakan secara virtual di Kantor Command Center, Kecamatan Garut Kota, Kabupaten Garut.

GARUTPLUS.CO.ID, GARUT – Bupati Garut, Rudy Gunawan, mengajak seluruh stakeholder untuk memaknai hari anak dengan membuat perencanaan dan perlindungan yang harus diaplikasikan secara konkret, agar anak di Kabupaten Garut bisa tumbuh dan berkembang dengan baik.

“Kami juga ingin mengingatkan kepada kita semua bahwa masalah anak bukan masalah orangtua, tetapi masalah anak juga adalah menjadi masalah masyarakat di sekitar tempat itu karena ada kewajiban bagi masyarakat untuk mengawasi dalam rangka perlindungan terhadap anak. Dan tentu masalah anak adalah kewajiban negara,” ucapnya Bupati Garut, saat membuka kegiatan Rapat Bersama Stakeholder Strategi Terpadu Optimalisasi Pencegahan Kawin Anak Bawah Umur (STOP KABUR) yang dilaksanakan secara virtual di Gedung Command Center, Komplek Pendopo Garut, Rabu 4 Agustus 2021.

Rudy menyebutkan Kabupaten Garut merupakan kabupaten yang sangat luas dengan jumlah penduduk lebih dari 2,6 juta jiwa, dengan jumlah anak-anak dibawah umur 17 tahun lebih dari 700 ribu orang. Sedangkan anak-anak balita di bawah 5 tahun berjumlah sekitar 400 ribu orang.

Ia menuturkan, untuk mendapatkan anak yang sehat diharuskan adanya pengaturan perkawinan yang akan menghasilan sebuah perkawinan yang terukur dan perkawinan yang terencana.

“Oleh karena itu masalah anak tidak boleh lepas dari perkawinan, perkawinan harus dilaksanakan sesuai dengan aturan-aturan yang ada dalam undang-undang dan tentu dari sisi kesehatan,” lanjutnya.

Oleh karenya Rudy berharap, dengan adanya pengaturan perkawinan ini tidak ada lagi bayi-bayi stunting tidak sehat, kurang gizi dan lainnya.

Mnurut Rudy, saat ini angka kematian ibu dan angka kematian bayi di Kabupaten Garut menempati posisi tertinggi di Provinsi Jawa Barat. Maka dari itu pihaknya mengingatkan tugas pemerintah untuk menyelenggarakan perkawinan yang baik.

“Angka kematian ibu dan angka kematian bayi juga sebagai dampak dari perkawinan yang tidak benar, perkawinan yang tidak terencana mengakibatkan adanya kematian ketika ibu melahirkan, adanya bayi (yang meninggal) ketika dilahirkan,” ujarnya.

Dengan adanya masalah angka perkawinan dibawah umur, Dinas P2KBPPPA (Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak) Kabupaten Garut memiliki sebuah program yaitu STOP KABUR (Strategi Terpadu Optimalisasi Pencegahan Kawin Anak Bawah Umur.

Bupati berharap masalah yang berhubungan dengan angka perkawinan di bawah umur harus dihentikan.

“Setidak-tidaknya semua perkawinan di Garut dilaksanakan secara terencana dan dilaksanakan oleh orang dewasa sehingga tagline daripada proyek perubahannya pak Yayan Kepala DPPKBPPPA) ini bagus sekali (untuk dilaksanakan),” imbuh Rudy.***

Add Comment

Click here to post a comment

Text

Video

Review kendaraan pemadam yang cuman ada satu di dunia

Feed Burner



DATA COVID-19 DI KABUPATEN GARUT

TOTAL POSITIF

26

ORANG

Positif
TOTAL SEMBUH

23

ORANG

Sembuh
TOTAL MENINGGAL

3

ORANG

Meninggal
INDONESIA

POSITIF 72,347 orang, SEMBUH 33,529 orang, MENINGGAL 3,469 orang

Indonesia
Sumber data : Survellans Dinas Kesehatan Kab. Garut | Update terakhir : Jumat, 10 Juli 2020



DATA COVID-19 DI KABUPATEN GARUT

TOTAL POSITIF

26

ORANG

Positif
TOTAL SEMBUH

23

ORANG

Sembuh
TOTAL MENINGGAL

3

ORANG

Meninggal
INDONESIA

POSITIF 72,347 orang, SEMBUH 33,529 orang, MENINGGAL 3,469 orang

Indonesia
Sumber data : Survellans Dinas Kesehatan Kab. Garut | Update terakhir : Jumat, 10 Juli 2020