BERITA UTAMA METROPOLIS POLITIKA

PMII Minta DPRD Harus Bentuk Pansus untuk Selidiki Anggaran Covid-19

PMII (foto IST/net)

GARUTPLUS.CO.ID, GARUT – Pandemi Covid-19 telah menimbulkan dampak di berbagai sektor. Akan tetapi sayangnya di Garut banyak anggaran yang dinilai tidak rasional dan banyak terjadi penyelewengan di lapangan.

Adanya indikasi penganggaran penanganan Covid-19 yang tak rasional bahkan adanya penyelewengan di Garut terungkap berdasarkan hasil kajian yang dilakukan Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Garut.

Hal ini terjadi pada berbagai program penanganan Covid-19 yang melibatkan sejumlah dinas.

Menurut Ketua PC PMII Garut, Ipan Nuralam, menyebutkan dalam program pengadaan satu juta masker kain yang dikelola Dinas Kesehatan (Dinskes) Garut misalnya.

Dalam pagu anggaran disebutkan harga pcs masker adalah Rp 5 ribu dengan total anggaran yang disiapkan sebesar Rp 5 miliar.

Padahal tuturnya, berdasarkan hasil kajian yang dilakukan, harga rata-rata masker dari poengrajin hanya berkisar antara Rp 2000 – Rp 2500/pcs.

Pada kenyataannya di lapangan, program pengadaan satu juta masker ini hanya menjadi ajang kapitalisasi pengusaha dan penguasa.

“Padahal spirit awal pengadaan masker ini untuk melindungi warga dari wabah dan sebagai distribusi keuangan bagi ekonomi bawah agar terjadi peningkatan ekonomi di tengah pandemi,” ujar Ipan saat dihubungi, Selasa (23/6).

ā€¯Faktanya hal tersebut malah dikuasai oleh pengusaha-pengusaha besar yang notabene menjadi langganan Pemda Garut dan punya kedekatan bahkan ada pula keluarga penguasa yang terlibat,” ujar Ipan

Menurut Ipan, hasil kajian juga ditemukan indikasi penyelewengan anggaran penanganan Covid-19 yang dikelola pihak Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Garut.

Hal ini di antaranya terjadi pada anggaran makan bagi masyarakat yang melakukan rapid test sebesar Rp 25000 untuk dua kali makan selama empat belas hari berikut snack takjil sebesar Rp 15000 dengan total anggaran Rp Rp 88 miliar untuk 200 orang.

Menurutnya ini hanya beberapa temuan yang ia temukan. Ia juga mendorong Dewan Pimpinan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Garut untuk membentuk panitia khusus (pansus).

“Kami mendorong dewan untuk membentuk pansus untuk menindaklanjuti temuan-temuan ini,” ucapnya.

Editor: Hilal SH

Add Comment

Click here to post a comment

Video

Review kendaraan pemadam yang cuman ada satu di dunia



DATA COVID-19 DI KABUPATEN GARUT

TOTAL POSITIF

26

ORANG

Positif
TOTAL SEMBUH

23

ORANG

Sembuh
TOTAL MENINGGAL

3

ORANG

Meninggal
INDONESIA

POSITIF 72,347 orang, SEMBUH 33,529 orang, MENINGGAL 3,469 orang

Indonesia
Sumber data : Survellans Dinas Kesehatan Kab. Garut | Update terakhir : Jumat, 10 Juli 2020



DATA COVID-19 DI KABUPATEN GARUT

TOTAL POSITIF

26

ORANG

Positif
TOTAL SEMBUH

23

ORANG

Sembuh
TOTAL MENINGGAL

3

ORANG

Meninggal
INDONESIA

POSITIF 72,347 orang, SEMBUH 33,529 orang, MENINGGAL 3,469 orang

Indonesia
Sumber data : Survellans Dinas Kesehatan Kab. Garut | Update terakhir : Jumat, 10 Juli 2020