Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Garut, H. Subhan Fahmi

GARUTPLUS.CO.ID, GARUT – Sebanyak 89 Kepala Desa terpilih masa jabatan 2019-2025 hasil pilkades serentak di Kabupaten Garut resmi dilantik oleh Bupati Garut bertempat di lapangan setda Kabupaten Garut (2/12).

Ketua Komisi 1 Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Garut, H. Subhan Fahmi sesaat setelah pelantikan mengatakan Kepala Desa harus segera tancap gas melaksanakan program yang telah dicanangkan. Terlepas inkamben atau bukan.

“Bagi yang baru menjabatpun harus segera tancap gas. Segera eksekusi seluruh program kerja sebagaimana waktu kampanye,” ujarnya usai melakukan pelantikan, Senin (2/12).

Kepala Desa dalam pandangan Fahmi, harus menjadi metronom kemajuan masyarakat desa.

“Kades harus bisa mengorkestrasi kemajuan masyarakatnya. Artinya, masyarakat harus meyakini bahwa Kades hadir dalam denyut nadi kehidupan masyarakat. Ini penting,” katanya.

Kepala Desa harus berani mengeksekusi program dan berpikir out of teh box, serta tidak terjebak pada rutinitas semata.

Bersama anggota DPRD yang lainnya. Khsus di Komisi 1, Fahmi sedang menggagas program pariwisata desa. Fahmi berharap setiap desa di Kabupaten Garut memiliki tempat wisata.

“Desa harus bisa mengidentifikasi potensi pariwisata. Satu desa satu tempat pariwisata. Kenapa pariwisata, karena pariwisata secara ekonomi menguntungkan masyarakat desa. Perputaran ekonominya berdampat langsung dan dirasakan oleh masyarakat,” katanya.

Pariwisata bisa menjadi sumber utama penghasilan desa dan menambah pendapatan asli desa. Juga, tentunya menggerakkan potensi ekonomi masyarakat desa.

“Kamipun di Komisi 1 akan berkoordinasi dengan komisi yang menangani pariwisata. Saya ingin setiap dewan memiliki asuhan desa wisata. Selain itu juga terkait soal support, baik itu regulasi maupun inprastruktur,” ujarnya.

Selain soal potensi ekonomi desa, tiga hal utama yang menjadi sorotan Fahmi.

“Pelayanan masyarakat, pendidikan dan kesehatan itu harus jadi prioritas. Minimal menjadi deteksi dini jikalau ada persoalan terkait kewenangan,” katanya.

Fahmi juga berpesan agar Kepala Desa tidak main main dengan Dana Desa.

“Jangan main main dengan Dana Desa. Jangan dikorupsi,” tegasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here