BERITA UTAMA METROPOLIS

Kejati Tahan Tiga Orang, Dalam Kasus Korupsi Revitalisasi Pasar Leles

Pasar Leles di Kecamatan Leles

GARUTPLUS.CO.ID, GARUT – Imbas dari tantangan Bupati Garut Rudy Gunawan kepada Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) beberapa waktu yang lalu. Akhirnya Kejati Jabar menjebloskan tiga tersangka korupsi dana revitalisasi Pasar Leles, Kabupaten Garut.

Dari informasi yang beredar ketiga tersangka berinisial RNN, ARA, dan PF, saat itu juga tersangka langsung dilakukan penahanan, Kamis 25 Maret 2021 malam.

Ketiganya ditahan di Rutan Mapolrestabes Bandung, Jalan Jawa, selama proses penyidikan atas kasus itu oleh Kejati Jabar berlangsung

Bahkan dalam video yang beredar, saat Kejati melakukan eksekusi, satu tersangka, RNN, menangis tersedu-sedu.

Perempuan paruh baya berkerudung hitam itu sesekali berteriak histeris saat petugas menggiringnya ke mobil tahanan.

Nia Gania Selaku Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi Dan ESDM membenarkan kalau ada anak buahnya yang sudah ditahan oleh Kejati Jabar.

Pihaknya mengatakan bahwa ia tidak dalam posisi untuk mengomentari. “Saya saat ini tidak dalam posisi untuk mengomentari (kasus Pasar Leles) tapi yang jelas untuk melakukan estapet tahap ketiganya,” kata Gania saat ditemui di Gedung DPRD Kabupaten Garut.

Ia juga memberikan saran kepada anak buahnya untuk mengikuti proses hukum yang berlaku.

Bahkan saat ia dipanggil ke Kejati Jabar pun ia diinginkan untuk selalu kooperatif dan komunikatif.

“Ikuti saja lah apa yang menjadi ketentuan dasar hukum, karena mungkin saat saya dipanggil Kejati saya diingatkan kooperatif berkomunikasi dengan baik da ikuti aturan main,” katanya.

Ia juga selalu memberikan dukungannya kepada bawahanya untuk tetap menempuh jalur hukum.

“Kepada teman-teman saya terumama pak RV saya dorong doa, karena kalau tidak bersalah ya sampaikan saja nanti di pengadilan.

“Saya tidak tahu secara utuh bagimana pembangunan Pasar Leles tahap 1 dan 2 karena bagaimana pun tidak bisa dibeda-bedakan kadis lama dan kadis baru,” ucapnya.

Sebelumnya Kerugian negara akibat proyek pembangunan Pasar Leles disebut mencapai Rp800 juta. Proyek tersebut kini mangkrak setelah dibangun sejak Oktober 2018.

Proyek senilai Rp24 miliar itu dinilai Bupati Garut, Rudy Gunawan merusak citra baik Kabupaten Garut. Rudy pun menantang Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar untuk membongkar kasus Pasar Leles dan mengejar pemenang lelang.

“Selain PNS yang jadi tersangka itu, ada dua pengusaha yang dijadikan tersangka juga. Cuma keduanya itu hanya subkontraktornya, bukan pemenang lelang,” ujar Rudy di Pendopo Garut, Sabtu, 20 Februari 2021.

Padahal menurut Rudy, seharusnya Kejati Jabar juga mengejar pemenang lelang proyel pembangunan Pasar Leles. Pemenang lelang dinilai Rudy sudah menyalahi kesepakatan karena memberikan pekerjaan ke subkontraktor.

“Kami kan tetapkan yang menang lelang si A, tapi dikerjakan sama si B. Hanya B yang jadi tersangka, kenapa si A sebagai pemenang lelang tidak jadi tersangka,” katanya.

Seharusnya kejaksaan juga menetapkan pemenang lelang menjadi tersangka untuk memberi efek jera. Jika tak dikejar, maka kejadian serupa dinilai Rudy akan kembali terjadi.

“Kejar si A (pemenang lelang) dong supaya ada efek jera supaya tak meminjamkan perusahaan di garut. Kejaksaan itu harus beri dampak pembangunan ke depan. Kejar saja kenapa beri kuasa itu,” ucapnya.

Kerugian negara sebesar Rp800 juta itu, lanjut Rudy, sudah dikembalikan. Namun pengembaliannya memang melebihi batas waktu 60 hari.

“Yang mengembalikan kerugian itu PPK (pejabat pembuat komitmen), bukan pemborongnya. Kasihan PPKnya, PPKnya sudah bener lah,” katanya.

Rudy mempersilakan pihak kejaksaan untuk membongkar kasus di Pasar Leles. Pasalnya Rudy merasa nama baik Garut menjadi tercemar karena pemborong Pasar Leles tak kunjung menuntaskan pekerjaannya.

“Saya ingin kontraktornya dikejar juga. Pada waktu di ULP (unit layanan pengadaan) yang datang pengusaha aslinya,: tambahnya.

Sebelumnya, seorang PNS Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Garut berinisial R ditetapkan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jawa Barat sebagai tersangka dalam kasus pembangunan Pasar Leles di Kabupaten Garut.

Penetapan tersangka kepada PNS berinisial R itu dibenarkan Bupati Garut, Rudy Gunawan. Selain R, Rudy menyebut ada dua pengusaha yang dijadikan tersangka dalam proyek pembangunan Pasar Leles.

Rudy mengungkap kekecewaannya karena pembangunan Pasar Leles dimainkan mafia proyek. Pasalnya dua pengusaha yang jadi tersangka itu merupakan subkontraktor.

“Iya benar ada PNS berinisial R yang sudah dijadikan tersangka atas kasus pembangunan Pasar Leles,” ujar Rudy di Pendopo Garut, Sabtu, 20 Februari 2021.

Add Comment

Click here to post a comment

Feed Burner

Video

Review kendaraan pemadam yang cuman ada satu di dunia



DATA COVID-19 DI KABUPATEN GARUT

TOTAL POSITIF

26

ORANG

Positif
TOTAL SEMBUH

23

ORANG

Sembuh
TOTAL MENINGGAL

3

ORANG

Meninggal
INDONESIA

POSITIF 72,347 orang, SEMBUH 33,529 orang, MENINGGAL 3,469 orang

Indonesia
Sumber data : Survellans Dinas Kesehatan Kab. Garut | Update terakhir : Jumat, 10 Juli 2020



DATA COVID-19 DI KABUPATEN GARUT

TOTAL POSITIF

26

ORANG

Positif
TOTAL SEMBUH

23

ORANG

Sembuh
TOTAL MENINGGAL

3

ORANG

Meninggal
INDONESIA

POSITIF 72,347 orang, SEMBUH 33,529 orang, MENINGGAL 3,469 orang

Indonesia
Sumber data : Survellans Dinas Kesehatan Kab. Garut | Update terakhir : Jumat, 10 Juli 2020