BERITA UTAMA EDUKASI METROPOLIS

Ini Dia Sekolah Percontohan yang Bakal Melakukan Pendidikan Tatap Muka

Salah satu sekolah yang berencana melakukan pendidikan tatap muka (foto net/ist)

GARUTPLUS.CO.ID, GARUT – Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana melakukan sekolah tatap muka. Sekolah tatap muka sendiri bakal mulai disiapkan SMAN 6 Garut.

Pihak sekolah menyebut masih menunggu instruksi dari Pemprov Jabar untuk memulai sekolah tatap muka.

SMA/SMK sederajat akan jadi yang pertama untuk melaksanakan sekolah tatap muka. Selain itu, sekolah tersebut harus masuk ke dalam zona hijau.

Kepala Sekolah SMAN 6 Garut, Asep Suryana, mengatakan informasi yang didapatnya sekolah tatap muka bisa dimulai pada 14 Agustus.

Namun keputusan resminya masih menunggu dari Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah XI Garut.

Asep menyebut, pihaknya tengah menyiapkan sarana untuk sekolah tatap muka sesuai protokol kesehatan. Utamanya penyediaan tempat cuci tangan bagi para siswa.

“Kami menunggu rencana dari KCD untuk pelaksanaannya supaya ada izin dan resmi. Tapi informasinya, sekitar tanggal 14 Agustus,” ujar Asep saat dihubungi, Selasa 4 Agustus 2020.

Menurutnya, adaptasi kebiasaan baru (AKB) perlu diterapkan saat tatap muka diberlakukan. Dari jumlah siswa sebanyak 1.200, Asep menambahkan tak akan sekaligus masuk sekolah.

Pihaknya akan membagi siswa ke beberapa kelompok untuk bisa belajar tatap muka di sekolah yang berada di Kecamatan Tarogong Kidul itu. Namun teknisnya juga masih dirancang menunggu keputusan dari KCD.

“Tatap muka tak sekaligus dilakukan tapi dibagi-bagi dulu selama 14 hari. Kalau ternyata aman, baru nanti diperpanjang lagi. Melihat kondisinya dulu,” ucapnya

Rencananya saat sekolah tatap muka nanti, hanya ada maksimal 18 siswa setiap kelasnya. Bahkan jumlah siswa per kelas bisa jadi lebih sedikit.

Para siswa juga diharuskan menggunakan masker dan akan dilakukan pengecekan suhu tubuh saat datang ke sekolah.

“Normalnya kan satu kelas itu ada 36 siswa. Tapi sekarang sepertinya hanya 18 atau kurang. Di kami ada 36 kelas yang bisa dipakai,” katanya.

Asep menambahkan, pihaknya masih membenahi protokol kesehatan di sekolah. Saat sekolah diizinkan untuk dibuka, pihaknya harus sudah siap dengan protokol kesehatan.

“Siswa juga tidak setiap hari masuk. Nanti dibagi-bagi, bisa jadi seminggu sekali atau tiga kali. Lihat nanti perkembangannya seperti apa,” ujarnya.

Add Comment

Click here to post a comment

Video

Review kendaraan pemadam yang cuman ada satu di dunia



DATA COVID-19 DI KABUPATEN GARUT

TOTAL POSITIF

26

ORANG

Positif
TOTAL SEMBUH

23

ORANG

Sembuh
TOTAL MENINGGAL

3

ORANG

Meninggal
INDONESIA

POSITIF 72,347 orang, SEMBUH 33,529 orang, MENINGGAL 3,469 orang

Indonesia
Sumber data : Survellans Dinas Kesehatan Kab. Garut | Update terakhir : Jumat, 10 Juli 2020



DATA COVID-19 DI KABUPATEN GARUT

TOTAL POSITIF

26

ORANG

Positif
TOTAL SEMBUH

23

ORANG

Sembuh
TOTAL MENINGGAL

3

ORANG

Meninggal
INDONESIA

POSITIF 72,347 orang, SEMBUH 33,529 orang, MENINGGAL 3,469 orang

Indonesia
Sumber data : Survellans Dinas Kesehatan Kab. Garut | Update terakhir : Jumat, 10 Juli 2020