GARUTPLUS.co.id – Kebahagiaan tak terkira dirasakan oleh Dila Islamiah Nur Uswah, guru honorer SMPN 3 Cisurupan, yang secara tak terduga mendapatkan tiket umroh gratis dalam acara jalan santai Hajat Desa Pangauban, Kecamatan Cisurupan, Kabupaten Garut, Senin (18/8/2025).
Jalan santai ini menjadi puncak rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Kemerdekaan Republik Indonesia di Desa Pangauban. Antusiasme masyarakat begitu tinggi, terlebih karena panitia menyediakan hadiah utama berupa dua tiket umroh gratis.
Pengundian dilakukan dua kali. Satu tiket pertama diumumkan sebelum adzan magrib dan jatuh kepada seorang pemuda asal Kampung Gadog, Desa Pangauban. Sedangkan tiket kedua diundi pada malam hari setelah kegiatan istigosah, dan keberuntungan berpihak kepada Dila, guru muda asal Kampung Sindangdaeweung, Desa Pakuwon, Kecamatan Cisurupan.

“Berasa seperti mimpi banget karena tiba-tiba bisa umroh,” ungkap Dila dengan mata berkaca-kaca, Selasa (19/8/2025).
Ia mengaku gemetar ketika nomor kupon yang dipegangnya persis sama dengan nomor yang disebutkan panitia. Dengan hanya membeli kupon seharga Rp10 ribu, dirinya sama sekali tidak menyangka bakal mendapatkan hadiah sebesar itu.
“Bener-bener tidak nyangka dapat tiket umroh dari jalan santai. Dengan modal sepuluh ribu bisa berangkat ke tanah suci, luar biasa banget,” ujarnya haru.
Kabar bahagia itu segera ia sampaikan kepada keluarga. Begitu tahu anaknya menang, orang tua Dila datang ke lokasi pengumuman dan tak kuasa menahan tangis haru.
“Orang tua langsung saya telpon, disuruh datang ke acara. Mereka terharu sampai nangis, karena sama sekali tidak ada yang menyangka tiba-tiba anaknya bisa dapat tiket umroh,” tutur Dila.
Dalam gelaran jalan santai ini, total terdapat sembilan tiket umroh yang dibagikan. Sebanyak tujuh tiket diberikan langsung kepada para tokoh masyarakat, ustaz, dan pihak yang ditunjuk Kepala Desa Pangauban, Asep Peri Herdiana. Sedangkan dua tiket sisanya diperebutkan lewat pengundian, termasuk yang akhirnya dimenangkan Dila.
Hajat Desa Pangauban tahun ini pun semakin meriah dan meninggalkan kesan mendalam bagi masyarakat. Kisah Dila menjadi bukti bahwa keberuntungan bisa datang kapan saja, bahkan dari langkah santai di jalan desa.***






