Garutplus.co.id – Pemerintah Kabupaten Garut bersama Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Jawa Barat serta PLN Indonesia Power meluncurkan Program Taman Asuh Sayang Anak (Tamasya) di Hotel Santika, Garut, Rabu (20/8). Program ini bertujuan menghadirkan layanan pengasuhan anak usia dini yang holistik dan terstandar, sekaligus mendukung para orang tua yang bekerja.
Kepala BKKBN Jawa Barat, Dadi Ahmad Roswandi, menjelaskan bahwa kehadiran TPA dalam skema Tamasya tidak semata sebagai tempat penitipan anak, melainkan pusat pengembangan kualitas pengasuh, layanan parenting, hingga peningkatan manajemen pengelola.
“Kita berharap tumbuh kembang anak optimal, karena sekarang banyak orang tua bekerja, suami-istri sama-sama masuk dunia kerja. Maka ada peran negara di sini. Taman Penitipan Anak jangan hanya dilihat sebagai tempat menitipkan anak, tetapi juga tempat layanan parenting, sertifikasi pengasuh, dan peningkatan kualitas pengelola,” ujar Dadi.
Ia menambahkan, Jawa Barat sebelumnya menargetkan berdirinya 25 TPA, namun berkat dukungan berbagai pihak kini sudah mencapai 44 unit.
“Antusiasmenya luar biasa. Ada dukungan dari pemerintah kabupaten/kota maupun dari pihak swasta lewat CSR, termasuk PLN Indonesia Power. Ke depan, perusahaan juga diharapkan dapat menyediakan TPA bagi anak karyawan agar pekerja lebih tenang,” imbuhnya.
Sementara itu, Asisten Daerah (Asda) 1 Kabupaten Garut, Bambang Hafidz, yang mewakili Pemerintah Daerah dalam acara tersebut menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor demi terwujudnya lingkungan ramah keluarga.
Dalam sambutan resmi Wakil Bupati yang dibacakannya, disebutkan bahwa program Tamasya lahir dari kebutuhan nyata masyarakat.
“Pembangunan sumber daya manusia yang unggul dimulai dari pemenuhan kebutuhan anak sejak usia dini, termasuk pengasuhan yang berkualitas, aman, dan sesuai tahapan perkembangannya. Lingkungan pengasuhan yang baik akan membentuk generasi sehat, cerdas, dan berkarakter,” ujar Bambang mengutip sambutan Wakil Bupati.
Menurutnya, kerja sama antara BKKBN, pemerintah daerah, dan dunia usaha seperti PLN Indonesia Power adalah langkah nyata untuk memastikan anak-anak mendapatkan pengasuhan yang layak. Program ini juga diharapkan dapat menjadi gerakan bersama, tidak hanya tanggung jawab pemerintah.
Acara peluncuran Tamasya ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama antara BKKBN Jawa Barat dan PLN Indonesia Power, serta penunjukan TPA Tadika Gemilang di Garut dan TPA Tunas Bangsa di Sukabumi sebagai mitra pelaksana.
Dengan hadirnya Tamasya, Garut meneguhkan komitmennya untuk menjadi daerah layak anak sekaligus mendukung lahirnya Generasi Emas Indonesia 2045.***






