BERITA UTAMA METROPOLIS

dr. Helmi : Pengobatan Tradisional Tak Bertolak Belakang Dengan Pengobatan Modern

Helmi mencoba pengobatan tradisonal di Perkumpulan Griya Sehat Tradisional Indonesia (Pergisti) di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut.

GARUTPLUS.CO.ID, GARUT – Perkumpulan Griya Sehat Tradisional Indonesia (Pergisti) mengadakan Silaturahmi Kerja Nasional (Silaknas) selama dua hari, Sabtu-Minggu (26-27/1/2019) di Kecamatan Sukawening, Kabupaten Garut. Peserta yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia itu mengadakan bakti sosial dengan cara pengobatan gratis kepada masyarakat dengan cara tradisional.

Ketua umum Pergisti, dr. Hindoko, mengatakan, maksud dan tujuan mengadakan Silaknas ini untuk menghimpun para praktisi di bidang kesehatan tradisional keterampilan seperti dengan cara pijat, akupunktur, ataupun dengan cara pemberian ramuan, jamu, obat-obatan herbal tradisional. “Kita ingin mereka ini bisa dipayungi dalam sebuah organisasi dan dilestarikan sebagai bagian dari kearifan lokal yang dimiliki bangsa indosenia karena mereka ini berasal dari berbagai daerah ada dari Jawa Barat, Jawa Tengah, Kalimantan, Sulawesi, dan lainnya. Kami disini ada 75 orang, kalau seluruh anggotanya mencapai 250 orang,” tuturnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Garut, Helmi Budiman, memberikan apresiasi terhadap kegiatan Pergisti ini. Ia menyebutkan, potensi lokal atau pengobatan tradisional ini merupakan pengobatan yang sudah dirasakan mamfaatnya oleh masyarakat sejak bertahun-tahun lamanya. “Saya kira tidak ada yang bertolak belakang dengan pengobatan medis, karena terapi ini bisa dilakukan di kaki, tangan, dan anggota badan lainnya.” kata Wabup, yang sempat pula di terapi dengan cara dipijat.

Lanjut Helmi, sebelum dilakukan terapi harus di diagnosa dulu atau dipelajari. “Tapi saya lihat tadi juga di diagnosa dulu kan sebelum dipijat. Kami berharap, dengan pengobatan cara tradisional ini mudah mudahan tingkat kesehatan masyarakat lebih segar,lebih sehat, bugar, lebih produktif. Mengenai obat-obatan herbal di kita juga sudah banyak penelitian kesehatan. Jadi saya tegaskan lagi, pengobatan tradisional ini tidak bertolak belakang,” ujar Helmi Budiman.

Ia menuturkan, alternatif pengobatan itu banyak, selain tradisional juga teori medis. Mudah mudahan dengan ini tingkat kesehatan dan kebugaran lebih baik, lebih bugar lebih sehat dan lebih produktif. Tentang Obat obatan herbal tentu di kita juga sudah banyak penelitian.

Terpisah, Ketua Pimpinan Cabang Ikatan Apoteker Indonesia ( IAI) Kabupaten Garut, Agus Hilman, S Si, Apt, mendukung penuh suksesnya Silaknas II Pergisti yang berlangsung dari 25-27/jan/2019, dan pelaksanaan baksos di lingkungan mesjid sebagai perwujudan memakmurkan mesjid. ” IAI PC. Garut siap mendorong para apoteker Sebagai formulator herbal yg menghasilkan produk bermanfaat bagi kesehatan masyarakat, dan kami haturkan terimakasih kepada Pemerintahan Garut atas dukungannya,” ujar Agus Hilman. (Jay).

Add Comment

Click here to post a comment

Video

Review kendaraan pemadam yang cuman ada satu di dunia



DATA COVID-19 DI KABUPATEN GARUT

TOTAL POSITIF

26

ORANG

Positif
TOTAL SEMBUH

23

ORANG

Sembuh
TOTAL MENINGGAL

3

ORANG

Meninggal
INDONESIA

POSITIF 72,347 orang, SEMBUH 33,529 orang, MENINGGAL 3,469 orang

Indonesia
Sumber data : Survellans Dinas Kesehatan Kab. Garut | Update terakhir : Jumat, 10 Juli 2020



DATA COVID-19 DI KABUPATEN GARUT

TOTAL POSITIF

26

ORANG

Positif
TOTAL SEMBUH

23

ORANG

Sembuh
TOTAL MENINGGAL

3

ORANG

Meninggal
INDONESIA

POSITIF 72,347 orang, SEMBUH 33,529 orang, MENINGGAL 3,469 orang

Indonesia
Sumber data : Survellans Dinas Kesehatan Kab. Garut | Update terakhir : Jumat, 10 Juli 2020