GarutPlus.co.id — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut melaksanakan kegiatan Sosialisasi Desa Ramah Perempuan dan Peduli Anak (DRPPA) serta Sosialisasi Forum PUSPA di Aula Kantor Desa Jayaraga, Kecamatan Tarogong Kidul, Rabu 19 November 2025.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program prioritas nasional untuk memperkuat sistem perlindungan perempuan dan anak melalui pengembangan desa yang ramah dan responsif terhadap isu gender serta perlindungan anak.
Hadir dalam kegiatan tersebut aparatur desa dan kecamatan, PKH, pendamping desa, BPD, LPM, PKK, Karang Taruna, tokoh masyarakat, RT/RW, pemuda–pemudi, serta TPKK Desa Jayaraga, dengan total peserta sebanyak 50 orang.
Kepala Dinas PPKBPPPA Kabupaten Garut, Yayan Waryana, yang turut hadir dan membuka kegiatan, menegaskan bahwa desa merupakan ujung tombak dalam memastikan perlindungan bagi perempuan dan anak berjalan efektif.
“Desa adalah garda terdepan. Jika desa memahami alur layanan, pencegahan, dan mekanisme pelaporan, maka kasus-kasus kekerasan dapat dicegah lebih awal,” ujar Yayan.
Ia menambahkan bahwa penguatan DRPPA bukan hanya formalitas program, tetapi merupakan kebutuhan mendesak agar masyarakat memiliki ruang aman, inklusif, dan bebas kekerasan.
“Kita ingin setiap desa memiliki sistem yang benar-benar hidup, bukan hanya dokumen. Perlindungan perempuan dan anak harus terasa dalam layanan, respon cepat, dan kepedulian sosial di tingkat warga,” tegasnya.
“Keberhasilan DRPPA tidak mungkin dicapai jika hanya dikerjakan pemerintah. Harus ada gerakan bersama dari tokoh masyarakat, PKK, pemuda, dan semua unsur yang ada di desa,” tuturnya.
Ia juga mengingatkan bahwa Forum PUSPA sebagai wadah partisipasi publik dapat menjadi pendorong utama dalam keberlanjutan program pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.
“Forum PUSPA hadir agar masyarakat bisa terlibat langsung, menyampaikan aspirasi, dan menjadi mitra pemerintah dalam mendorong kesejahteraan perempuan dan anak,” tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kabid Pemberdayaan Perempuan DPPKBPPPA Garut, Hj. Iryani, menekankan pentingnya kolaborasi seluruh unsur desa.
Kegiatan sosialisasi ini memberikan pemahaman teknis mengenai konsep DRPPA, mekanisme pembentukan jejaring perlindungan, serta cara memperkuat koordinasi lintas sektor di tingkat desa dan kecamatan. Peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai alur layanan ketika terjadi dugaan kekerasan, termasuk pentingnya respon cepat serta pendampingan yang sensitif terhadap korban.
Dengan terselenggaranya kegiatan di Desa Jayaraga ini, DPPKBPPPA Kabupaten Garut berharap semakin banyak desa yang mampu membangun lingkungan aman, peduli, dan ramah bagi perempuan serta anak. Yayan menutup dengan mengajak semua pihak untuk terus menguatkan komitmen bersama.
“Kita ingin perubahan nyata di desa. Kalau semua bergerak bersama, perlindungan perempuan dan anak bukan hanya program, tapi budaya,” tandasnya.***






