DPPKBPPPA Garut Edukasi Siswa SDN Sukagalih 1 dan 2 tentang Pencegahan Kekerasan terhadap Anak: Bangun Lingkungan Sekolah yang Aman dan Peduli

Foto bersama usai workshop

GarutPlus.co.id — Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBPPPA) Kabupaten Garut menggelar Workshop Perlindungan Khusus Anak di Satuan Pendidikan yang berlangsung di SDN Sukagalih 1 dan 2, Kecamatan Tarogong Kaler, pada Jumat, 7 November 2025.

Kegiatan ini diikuti oleh para guru, siswa, dan perwakilan orang tua murid dengan suasana yang edukatif dan penuh semangat. Workshop tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat sistem perlindungan anak serta menanamkan nilai kepedulian dan rasa aman di lingkungan sekolah.

Kabid Perlindungan Anak DPPKBPPPA Kabupaten Garut, Linlin, membuka dan memberikan sambutan dan menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan agar satuan pendidikan memiliki pemahaman yang lebih baik dalam mencegah serta menangani berbagai bentuk kekerasan terhadap anak. Menurutnya, sekolah harus menjadi tempat yang tidak hanya mendidik, tetapi juga melindungi.

Penyerahan alat peraga kepada pihak sekolah

“Anak-anak harus merasa aman dan terlindungi saat berada di sekolah. Kita ingin semua pihak, baik guru, siswa, maupun orang tua, memahami pentingnya menciptakan lingkungan belajar yang bebas dari kekerasan,” ujar Linlin.

Sementara itu Narasumber kegiatan Dr Wati Karmila, M.Pd.I menyampaikan, para peserta diajak untuk mengenali berbagai bentuk kekerasan, baik fisik, verbal, maupun psikologis, melalui pemaparan materi, permainan edukatif, dan sesi diskusi. Guru dan orang tua mendapatkan panduan tentang cara mengenali tanda-tanda anak yang menjadi korban kekerasan serta langkah-langkah penanganannya.

Wati juga menegaskan bahwa membangun lingkungan yang aman bagi anak merupakan tanggung jawab bersama. Ia mengajak semua pihak untuk berperan aktif dalam mencegah kekerasan dan menumbuhkan budaya saling menghormati di sekolah.

“Harapan kami, anak-anak di Garut bisa tumbuh bahagia, percaya diri, dan berani berbicara jika menghadapi hal yang tidak nyaman. Mari bersama-sama wujudkan sekolah yang ramah dan melindungi anak,” tutupnya.

Melalui workshop ini, DPPKBPPPA Garut berharap tercipta satuan pendidikan yang lebih peduli terhadap perlindungan anak dan mampu menjadi contoh dalam membangun budaya aman dan berkarakter di lingkungan sekolah.

Related posts

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *