BERITA UTAMA METROPOLIS

Dadang Sebut Bangunan Toserba Patriot Aset Pemprov Bukan dari Aset Pemda Garut

Dadang Johar Arifin

GARUTPLUS.CO.ID, GARUT – Kepala Sekolah SMKN 1 Garut Dadang Johar Arifin mengaku bahwa gedung Toserba Patriot merupakan aset dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat, bukan aset dari Pemerintah Kabupaten Garut.

Hal ini ia sampaikan setelah adanya kisruh antara SMKN 1 Garut dengan Kadin Garut terkait pemakaian Gedung Toserba Patriot di Kawasan Simpang Lima Garut.

Ditemui di SMKN 1 Garut, Dadang menceritakan bahwa Toserba Patriot bukan tidak digunakan, melainkan dalam tahap renovasi.

“Hanya saja karena adanya pandemi Coronavirus, jadi aktifitas di Toserba dihentikan sementara,” katanya, Selasa 9 Juni 2020.

Menurutnya bisa dilihat disekitar Toserba banyak material bangunan. Makanya kata Dadang toko sementara ditutup karena tahap renovasi belum selsai.

Namun pada minggu lalu menurutnya, ia sangat kaget ketika ada staf sekolah yang mengatakan ada aktifitas di Toserba Patriot. Hanya saja bukan dari star sekolah SMKN 1 Garut.

“Lalu kami semua kesitu (Toserba Patriot), saya kaget karena banyak orang dan saya kira ada demo,” katanya.

Setelah mencoba komunikasi dengan orang-orang tersebut ternyata ingin menggunakan bangunan untuk Kadin Garut.

Dadang juga menyadari bahwa sampai saat ini tanah dan bangunan di Toserba Patriot bukan miliknya. Melainkan milik negara.

Hanya saja karena sudah milik dari aset Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Maka ia menginginkan adanya itikad baik dari Pemerintah Kabupaten Garut untuk menyelesaikan secara prosedural.

“Meski memang ada surat dari (alm) Sekda Garut Deni Suherlan, tentang Toserba yang dialihkan ke Kadin,” katanya.

Situasi Memanas

Dadang mengaku saat ia sudah datang ke Toserba Patriot, pada saat itu banyak orang yang memprovokasi. Sementara ia dan stafnya tidak lebih dari 10 orang.

“Karena takut terjadi apa-apa, kebetulan saya juga menggunakan celana pendak karena sedang olahraga. Saya ke mobil lalu bawa senjata api dan disimpan di celana,” ucapnya.

Ia juga menyadari jika terjadi kerusuhan pada saat itu, ia dan stafnya tidak akan mempu melawan.

“Saya membawa senjata api itu, murni untuk membela diri jikalau terjadi hal yang tidak diinginkan, dan saya juga tidak sampai mengeluarkan (senjata api),” katanya.

Ia juga mengatakan bahwa sudah mengklarifikasi kepada Kepolisian tentang kepemilikan senjata api.

“Surat-surat (senpi) saya kumplit semua ada, dan pelurunya juga belum ada yang keluar satupun,” ucapnya.

Editor: Hilal SH

Add Comment

Click here to post a comment

Video

Review kendaraan pemadam yang cuman ada satu di dunia



DATA COVID-19 DI KABUPATEN GARUT

TOTAL POSITIF

26

ORANG

Positif
TOTAL SEMBUH

23

ORANG

Sembuh
TOTAL MENINGGAL

3

ORANG

Meninggal
INDONESIA

POSITIF 72,347 orang, SEMBUH 33,529 orang, MENINGGAL 3,469 orang

Indonesia
Sumber data : Survellans Dinas Kesehatan Kab. Garut | Update terakhir : Jumat, 10 Juli 2020



DATA COVID-19 DI KABUPATEN GARUT

TOTAL POSITIF

26

ORANG

Positif
TOTAL SEMBUH

23

ORANG

Sembuh
TOTAL MENINGGAL

3

ORANG

Meninggal
INDONESIA

POSITIF 72,347 orang, SEMBUH 33,529 orang, MENINGGAL 3,469 orang

Indonesia
Sumber data : Survellans Dinas Kesehatan Kab. Garut | Update terakhir : Jumat, 10 Juli 2020