BERITA UTAMA DESTINASI METROPOLIS

BPBD Sebut Bisa Jadi Faktor Non Teknis Banyak Jadi Penyebab Pendaki Hilang

Gunung Guntur Kabupaten Garut

GARUTPLUS.CO.ID, GARUT – Kasus hilangnya pendaki saat melakukan pendakian ke gunung, seringkali terjadi karena faktor-faktor non teknis. Karenanya, seorang pendaki, perlu mental yang kuat untuk menghadapi tantangan saat melakukan pendakian.

“Kasus pendaki hilang di gunung, penyebabnya kebanyakan karena faktor-faktor non teknis, ini bisa terjadi karena faktor mental pendaki yang tidak siap menghadapi tantangan saat melakukan pendakian,” jelas Tubagus Agus Sofyan, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Garut, saat dihubungi, Selasa 7 Juli 2020.

Ia mengungkapkan urusan teknis pendakian, biasanya para pendaki sudah bisa memenuhi kelengkapannya secara mandiri atau meminjam dari teman. Dari mulai peralatan pribadi dari mulai sepatu hingga penutup kepala (topi dan lainnya), hingga peralatan pendukung kelompok mulai dari tenda hingga alat memasak.

“Secara fisik pun, banyak pendaki sudah bisa dinyatakan siap. Karena sepertinya jarang ada orang sakit yang memaksakan diri melakukan pendakian,” katanya.

Secara teknis, dalam setiap pendakian, para pendaki harus memiliki manajemen perjalanan yang telah direncanakan. Dalam manajemen perjalanan, para pendaki, sudah menyiapkan peralatan dan kebutuhan yang dibutuhkan dalam pendakian hingga surat jalan dan kelengkapan lainnya.

Karenanya, menurut TB sapaan akbarnya, mental menjadi faktor penting bagi pendaki gunung atau mereka yang melakukan kegiatan di alam liar. Kesiapan mental menghadapi segala tantangan, bahaya dan ketidaknyamanan harus benar-benar disiapkan.

Karena, menurut TB berkegiatan di alam liar, terutama di gunung, banyak hal-hal yang bisa terjadi dan itu bisa saja tidak sesuai dengan bayangan awal atau rencana yang telah dibuat oleh para pendaki. Biasanya, hal ini yang membuat mental para pendaki jatuh hingga kemudian kehilangan orientasi hingga hilang di gunung.

“Jika harapan tidak sesuai dengan kenyataan, ditambah faktor kelelahan dan ketidaknyamanan, mental bisa jatuh, lalu orientasi hilang. Disitu pendaki bisa dengan sangat mudah mengalami kecelakaan,” jelas TB yang lama aktif di organisasi pecinta alam di Garut.

Mental yang kuat, menurut TB juga diperlukan oleh para pendaki mengingat alam liar bukan tempat manusia biasa tinggal. Mereka, harus siap menghadapi binatang buas dan binatang liar lainnya, hingga bisa saja mendapat gangguan dari hal-hal gaib.

“Seringkali kita manusia celaka di alam karena ulah kita sendiri, karena panik, ketakutan berlebih hingga akhirnya kehilangan orientasi,” katanya.

Karenanya, TB mengingatkan kepada para pendaki, terutama pendaki pemula. Selain persiapan fisik dan persiapan teknis. Mental pun harus disiapkan saat akan melakukan pendakian. Karena, banyak hal yang akan ditemui saat melakukan pendakian. Apapun yang akan ditemui dan dihadapi, pendaki harus siap menerimanya.

“Asal bisa menikmati semua yang terjadi saat pendakian dan berserah diri pada yang maha kuasa atas segala apa yang terjadi saat pendakian, insyaAllah kita bisa menikmati pendakian dan bisa selamat,” katanya.

Editor Hilal SH

Add Comment

Click here to post a comment

Video

Review kendaraan pemadam yang cuman ada satu di dunia



DATA COVID-19 DI KABUPATEN GARUT

TOTAL POSITIF

26

ORANG

Positif
TOTAL SEMBUH

23

ORANG

Sembuh
TOTAL MENINGGAL

3

ORANG

Meninggal
INDONESIA

POSITIF 72,347 orang, SEMBUH 33,529 orang, MENINGGAL 3,469 orang

Indonesia
Sumber data : Survellans Dinas Kesehatan Kab. Garut | Update terakhir : Jumat, 10 Juli 2020



DATA COVID-19 DI KABUPATEN GARUT

TOTAL POSITIF

26

ORANG

Positif
TOTAL SEMBUH

23

ORANG

Sembuh
TOTAL MENINGGAL

3

ORANG

Meninggal
INDONESIA

POSITIF 72,347 orang, SEMBUH 33,529 orang, MENINGGAL 3,469 orang

Indonesia
Sumber data : Survellans Dinas Kesehatan Kab. Garut | Update terakhir : Jumat, 10 Juli 2020