Penulis : Dr Muslim Alkautsar SE., MSi (Dosen Fakultas Ekonomi UNIGA)
GarutPlus.co.id, OPINI – Kota Garut dikenal dengan alam pegunungan yang indah serta dianugerahi tanah vulkanik yang subur, sebuah karunia yang menjadikannya rumah ideal bagi tanaman kopi. Dari tanah ini lahir kopi biji kuning, varietas kopi khas Garut yang memikat penikmat kopi dengan cita rasa fruity yang unik dan lembut di lidah.
Di balik setiap cangkirnya, tersimpan cerita tentang petani yang tekun merawat pohon kopi agar tetap produktif dan berkualitas. Untuk menjaga agar warisan kopi Garut bagi generasi mendatang, “Bibit adalah kunci”. Bibit unggul menjadi fondasi utama bagi keberlanjutan kopi biji kuning Garut, agar tetap tumbuh sehat, bernilai tinggi, dan terus mengharumkan nama Garut di indrustri kopi.
Tim dosen dan mahasiswa Universitas Garut (UNIGA) dari Fakultas Ekonomi melaksanakan kegiatan program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) di Desa Cikandang, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut.
Kegiatan ini merupakan langkah awal dari rangkaian program pendampingan bertajuk “Pendampingan Pemanfaatan Indukan Kopi Biji Kuning dan Media Tanam Organik dalam Persemaian Bibit Tanaman Kopi Unggul untuk Mewujudkan Good Agriculture Practice yang Berkelanjutan”.
Kegiatan Pengabdian kepada masyarakat dilaksanakan ini dilakukan sejak awal tahun 2025 hingga agustus 2025 yang melibatkan tim peneliti Uniga, mahasiswa, serta mitra kelompok tani kopi Mandalagiri. Dalam kesempatan tersebut, tim menyampaikan pentingnya pemanfaatan indukan kopi biji kuning, persemaian dan pembibitan kopi serta penerapan media tanam organik untuk menghasilkan bibit kopi unggul yang mampu menopang produktivitas jangka panjang sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan.
Ketua Tim PKM, Dr. Muslim Alkautsar, SE., M.Si, menjelaskan bahwa program ini hadir sebagai solusi atas persoalan yang dihadapi petani Mandalagiri, terkait keterbatasan bibit unggul dan minimnya manajemen persemaian.
“Bibit kopi adalah kunci, bibit kopi merupakan fondasi penting untuk keberlanjutan tanaman kopi. Jika sejak awal petani menggunakan bibit yang sesuai dengan kondisi lahan, pengelolaan yang baik dan tepat, maka produktivitas kopi akan meningkat dan kualitasnya bisa bersaing di pasar nasional maupun global,”
Selain itu, program ini menekankan penerapan Good Agricultural Practices (GAP) pada tanaman kopi yang ramah lingkungan dengan memanfaatkan media tanam organik.
Ketersediaan kotoran ternak domba dan limbah kopi dapat dijadikan media tanam yang sangat baik dan murah. Dengan metode ini, diharapkan bibit kopi tidak hanya lebih tahan penyakit, tetapi juga memberikan hasil panen yang lebih optimal serta mendukung agenda green economy.
Program ini sekaligus menjadi implementasi kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) atau saat ini disebut Kampus Berdampak”, melibatkan mahasiswa untuk memeperoleh pengalaman diluar kampus.
Mahasiswa diberi kesempatan untuk berperan aktif mulai dari survei lapangan, sortasi bibit, hingga dokumentasi kegiatan, sehingga memperoleh pengalaman praktis yang diakui sebagai capaian Indikator Kinerja Utama (IKU) perguruan tinggi.
Mitra kegiatan PK ini adalah Koperasi Kopi Mandalagiri, menyambut baik program ini. Potensi perluasan lahan tanaman kopi di mandalagiri mencapai 994 hektar dengan adanya program Perhutanan sosial.
Kebutuahn bibit kopi unggul sangat penting untuk keberlanjutan program tanaman kopi. Pembibitan yang baik menjadi langkah awal yang baik dan para petani optimis pendampingan dari UNIGA dapat menjadi jalan menuju peningkatan produktivitas sekaligus kesejahteraan masyarakat desa, ungkap ketua koperasi mandalagiri Ir Dedi Affandi.
Ke depan, program PKM ini tidak hanya berhenti pada pembibitan, tetapi terus didorong agar bibit biji kuning bisa memperoleh sertifikasi, dan juga penangkar bibit kopi yang tersertifikasi.
Dengan terlaksananya kegiatan ini, Universitas Garut menegaskan komitmennya dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal melalui penguatan dan pengembangan pertanian dan indrusti kopi Garut. sekaligus berkontribusi terhadap pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) di bidang ekonomi, lingkungan, dan pendidikan.**






