BERITA UTAMA EDUKASI METROPOLIS

Anak Bupati Tak Diterima di Sekolah Favorit, KCD Apresiasi Tidak Intervensi PPDB

Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah XI Provinsi Jawa Barat, Asep Sudarsono

GARUTPLUS.CO.ID, GARUT – Anak bungsu Bupati Garut Rudy Gunawan tidak diterima masuk sekolah favorit di Kabupaten Garut. Putra orang nomor satu di Kabupaten Garut tidak lolos seleksi tahap pertama pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) ke SMAN 1 Garut.

Hal tersebut dibenarkan Kepala Cabang Dinas Pendidikan wilayah XI Provinsi Jawa Barat, Asep Sudarsono ketika dihubungi, Kamis, 25 Juni 2020.

“Berita putra beliau (Bupati Garut) belum diterima di SMAN 1 Garut pada pendaftaran PPDB periode pertama baru saya ketahui setelah pengumuman, karena memang tidak ada komunikasi sebelumnya,” ucapnya.

“Padahal jika mau, dengan kewenangan beliau sebagai kepala daerah sepertinya bisa dengan mudah melakukan intervensi, namun Subhanallah beliau tidak menggunakan kewenangannya untuk kepentingan pribadi,” katanya.

“Beliau mengikuti aturan yang ada, karena masih ada kesempatan menggunakan periode kedua untuk pendaftaran siswa baru melalui zonasi, beliau melihat ada contoh yang pernah dilakukan Gubernur Jawa Barat yang sekarang, ketika dulu menjabat walikota bandung, putra beliau tidak masuk seleksi ke SMPN, beliau menerimanya dengan lapang dada, dan jadi gubernur, kita merasa bangga memiliki pemimpin yang memberikan teladan bagi masyarakatnya,” kata Asep.

Asep mengatakan, sikap Bupati Garut perlu dicontoh oleh banyak pihak termasuk para orang tua dalam mengajarkan anaknya bagaimana membedakan kepentingan pribadi dan kepentingan masyarakat.

Kasus tersebut kata Asep, sekaligus menunjukkan bahwa seleksi PPDB SMA-SMK yang dilakukan di Kabupaten Garut sesuai dengan aturan yang ada sebagaimana dilakukan oleh Bupati Garut sebagai orang tua.

Sementara itu, Kepala SMPN 1 Garut, Aceng Mulyana, mengatakan putra bungsu Bupati Garut mendaftar ke SMAN 1 Garut pada tahap pertama. Menurutnya, tidak ada intervensi apapun dari pihak manapun.

“Saat pendaftaran anaknya, ibu Diah tidak menitipkan atau bagaimana agar anaknya diterima. Kalau dilihat dari nilai sebetulnya bagus, dia punya prestasi juga di bidang olahraga basket, kalau untuk pribadi besar tapi kan ini (prestasi, red) tim kalau misalnya mengacu pada aturan bobotnya berbeda jika perorangan. Tapi kan bisa saja nanti ikut kembali pada tahap kedua melalui zonasi,” kata Aceng.

Editor: Hilal SH

Add Comment

Click here to post a comment

Video

Review kendaraan pemadam yang cuman ada satu di dunia



DATA COVID-19 DI KABUPATEN GARUT

TOTAL POSITIF

26

ORANG

Positif
TOTAL SEMBUH

23

ORANG

Sembuh
TOTAL MENINGGAL

3

ORANG

Meninggal
INDONESIA

POSITIF 72,347 orang, SEMBUH 33,529 orang, MENINGGAL 3,469 orang

Indonesia
Sumber data : Survellans Dinas Kesehatan Kab. Garut | Update terakhir : Jumat, 10 Juli 2020



DATA COVID-19 DI KABUPATEN GARUT

TOTAL POSITIF

26

ORANG

Positif
TOTAL SEMBUH

23

ORANG

Sembuh
TOTAL MENINGGAL

3

ORANG

Meninggal
INDONESIA

POSITIF 72,347 orang, SEMBUH 33,529 orang, MENINGGAL 3,469 orang

Indonesia
Sumber data : Survellans Dinas Kesehatan Kab. Garut | Update terakhir : Jumat, 10 Juli 2020